Nama Sekolah : SDN Dlepih 4
Alamat Sekolah : Desa Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri
Gambar
di atas merupakan sebuah tata tertib. Artinya ke-9 poin di atas merupakan
hal-hal yang wajib dilaksanakan oleh peserta didik. Bila dicermati, tata tertib
di atas mengajarkan beberapa hal pada peserta didik. Poin pertama menandakan
bahwa murid tidak boleh datang terlambat. Poin kedua mendidik siswa untuk
berlatih tertib dan teratur dengan berbaris terlebih dahulu sebelum masuk
kelas. Poin ketiga mengajarkan siswa untuk senantiasa menghormati dan
menghargai pendidik. Poin keempat lebih menekankan pada peningkatan aspek
spiritual pada siswa agar siswa terbiasa dan senantiasa mendekatkan diri pada
Allah. Poin kelima mendidik siswa untuk belajar mandiri dan melatih keberanian
serta mental siswa. Poin keenam melatih siswa untuk berkonsentrasi pada apa yang
diajarkan guru. Poin ketujuh, selain melatih konsentrasi siswa juga mendidik
siswa agar dapat menghargai orang yang sedang berbicara. Poin kedelapan
mengajarkan siswa sebuah kedisiplinan dan mengenali identitas sekolahnya. Poin
terakhir menanamkan religiusitas dalam diri siswa dan rasa hormat pada gurunya.
Gambar
di atas merupakan sebuah slogan yang diutarakan oleh Ki Hajar Dewantara. Slogan
di atas mengandung nilai filosofi yang nantinya dapat membentuk kepribadian
siswa. Bila dijabarkan “Ing ngarso sung tuladha” maksudnya, guru sebagai oaring
yang lebih dewasa dan berpengalaman tentunya harus memberikan sebuah contoh
kepada anak didiknya. “Ing madya mangun karso” artinya, selain memberikan
contoh, guru harus mengajar, mendampingi dan mendidik muridnya agar menjadi
pribadi yang berakhlakul kharimah. Yang terakhir “ Tut Wuri Handayani”, ini
berarti guru juga harus mampu dan sealu memberikan dorongan dan motivasi pada
anak didiknya untuk maju dan mengembangkan potensi yang dimilikinya sesuai
bakat yang dimiliki.
Gambar
di atas merupakan 4 pilar kebangsaan. Selain diajarkan tentang materi-materi
pelajaran, dalam diri siswa juga perlu
ditanamkan jiwa kebangsaan. Dengan pemasangan 4 pilar kebangsaan di atas,
diharapkan siswa mampu mencintai tanah airnya. Siswa diharapkan mengamalkan
nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila. Siswa juga diharapkan mampu memahami
makna dari UUD 1945 dan belajar untuk mengerti isi dari pasal-pasalnya. Dan
terakhir dengan semboyan “Bhineka Tunggal Ika” siswa diharapkan mampu memupuk
rasa persatuan dan kesatuan antar warga sekolah meskipun berasal dari kalangan
yang tidak sama.
Gambar
di atas merupakan sebuah budaya yang mulai diterapkan dalam sebuah sekolah.
Budaya di atas, cenderung diperuntukkan bagi guru. Hal tersebut sebenarnya
adalah sebuah peraturan atau tata tertib bagi guru, namun dikemas menggunakan
bahasa yang sedemikian rupa, sehingga hasilnya terlihat lebih baik. Dengan
membaca 10 budaya tersebut, maka seorang kepala sekolah tidak perlu memberikan
teguran kepada guru-guru yang melakukan 10 hal tersebut. Guru seharusnya
menyadari kewajibannya sebagai tenaga yang professional. Guru yang baik akan
memiliki rasa malu yang begitu besar bila ia melakukan hal-hal yang tertulis
dalam 10 budaya malu tersebut. Hal ini merupakan hal yang baik, karena terjadi
seuah keadilan antara siswa dan guru. Tidak hanya siswa yang diberikan tat
tetib, tapi guru juga harus dilatih untuk professional, namun dengan bahasa
yang berbeda tentunya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar