NAMA : RINA UNTARI
NIM : A. 310110168
KELAS : 2C
Jurnal Ilmiah
Kebahasaan dan Kesastraan, Volume 31, Nomor 2, Desember 2003, Halaman 133.
Memelihara Tradisi
Membaca Bahasa Daerah
Ajip
rosidi
Abstrak :
Tradisi
membaca bahasa (dan sastra) daerah dewasa ini semakin luntur. Penyebabnya,
antara lain, pemerintah (pusat dan daerah) kurang profesional melakukan upaya
pembinaan, salah satunya dalam hal penyediaan buku (terbitan) bacaan bahasa
(dan sastra) daerah. Upaya yang harus dilakukan agar tradisi membaca bahasa
(dan sastra) daerah terpelihara dengan baik adalah dengan menggugah para
pemilik modal untuk menyadari bahwa bidang penerbitan buku merupakan lahan
bisnis yang cukup menjanjikan.
Kata kunci : tradisi membaca, bahasa daerah, pembinaan, penerbitan buku.
Reproduksi Bacaan :
Seiring
perkembangan zaman yang semakin modern, tradisi membaca di kalangan masyarakat
semakin luntur, terutama membaca bahasa dan sastra daerah. Hal ini disebabkan
oleh bebrapa faktor yang salah satunya yaitu sikap pemerintah (baik pusat
maupun daerah) yang kurang profesional dalam menyikapi permasalahan yang ada. Ini
dapat dilihat dari penyediaan buku tentang bahasa dan sastra daerah yang masih
sangat minim. Salah satu solusi yang ditawarkan yakni dengan cara meyakinkan
para pemilik modal bahwa bidang penerbitan adalah lahan bisnis yang cukup
menjanjikan.
Dari
abstrak di atas sangat terlihat bahwa pemerintah kurang tanggap terhadap
lunturnya budaya yang ada dalam negeri, terutama dalam bidang bahasa dan sastra
daerah. Pemerintah seharusnya mampu mengupayakan cara agar masyarakat tetap
cinta terhadap bahasa dan sastra daerah. Selain solusi di atas, cara lain yang
bisa dilakukan adalah dengan mengadakan sosialisasi ke dinas pendidikan dan
sekolah-sekolah agar pelajaran bahasa dan sastra daerah tetap diberikan
terhadap peserta didik. Tidak hanya itu, peran serta orang tua juga sangat
diperlukan. Orang tua diharapkan memfasilitasi dalam artian bersedia membelikan
anaknya buku bacaan yang berbahasa daerah. Tradisi membaca bahasa dan sastra
haruslah dipelihara supaya generasi muda tetap menjunjung dan menghargai
kebudayaan yang dimiliki Indonesia. Kata kunci : tradisi membaca, bahasa daerah, pembinaan, penerbitan buku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar