Rabu, 11 Juli 2012

Resensi







Unsur Intrinsik Novel:
a.       Tema:
Novel  Bumi Cinta ini bertemakan Cinta yang masih tetap dibatasi oleh aturan-aturan agama.
b.      Alur
Alur dalam novel ini merupakan alur maju. Dimulai dari awal kedatangan sang tokoh utama di Rusia hingga perjalanannya selama di Rusia.
c.       Setting
Setting Tempat : Latar utama dalam novel ini adalah Rusia atau lebih tepatnya di Moskow.  Akan tetapi ada juga yang kiev yang merupakan ibu kota dari Ukrania.
Setting Waktu : hampir semua waktu ada dalam novel ini, baik pagi, siang ataupun malam.
Setting suasana : Di awal cerita dikisahkan keindahan Negara Rusia, akan tetapi ketika terdapat konflik suasana berubah menjadi lebih menegangkan.
d.      Tokoh dan Penokohan
1.      Tokoh Utama : Ayyas, dalam novel ini diceritakan bahwa Ayyas adalah seorang yang memegang teguh keyakinan beragamanya. Selain itu, Ayaas juga merupakan tokoh yang cerdas terbukti ia datang ke Rusia untuk melakukan penelitian guna meraih gelar S2 nya. Selain itu, Ayyas juga terampil dalam bela diri.
2.      Tokoh kdua ialah Linor atau Sofia : dalam novel ini diceritakan bahwa Linor adalah wanita yahudi yang terlibat dalam agen mafia. Ia wanita nakal yang biasa menjalani kehidupan bebas (free sex).
3.      Tokoh ketiga adalah Doktor Anastasia Palazzo : wanita ini digambarkan sebagai sosok yang cerdas. Ia merupakan asisten dari Prof. Tomskii.
4.      Tokoh keempat ialah Yelena : wanita ini merupakan pelacur papan atas. Ia adalah seorang wanita yang tidak memiliki keyakinan terhadap agama apapun.
5.      Tokoh kelima ialah Devid : tokoh ini dijelaskan sebagai sahabat Ayyas yang membantunya mencari penginapan saat Ayyas berada di Rusia. Ia merupakan pemuda yang tidak menjalankan aturan beragama.
6.      Tokoh yang lain yakni Bapak Joko Santoso : dalam novel ini beliau dagambarkan sebagai warga Indonesia yang juga sama dengan Ayyas yaitu orang yang memegang teguh agamanya. Selama Ayyas berada di Rusia beliau yang membantu Ayyas mencarikan tempat penginapan baru.
7.      Tokoh yang juga penting dalam novel ini adalah Madame Ekaterina : beliau merupakan ibu dari Linor atau Sofia. Beliau yang membuat Linor masuk Islam. Beliau bukan ibu kandung Linor akan tetapi beliau tetap menyayangi dan merawat Linor sepenuh hati.
8.      Tokoh ke delapan yakni Sergei : ia merupakan anggota mafia yang juga merupakan pasangan sex dari Linor. Ia diceritakan sebagai seorang yang kuat dan pandai berkelahi.
9.      Dua tokoh yang lain yakni Bibi Parlova dan Bibi Margareta. Bibi Parlova merupakan asisten dari Doktor Anastasia sedngkan Bibi Margareta merupakan sahabat dari Yelena.
e.       Amanat
1.      Memepertahankan iman dan keyakinan tidaklah mudah. Hal ini terlihat dari sikap Ayyas dalam memepertahankan keyakinan agamanya, ia mengalami banyak cobaan dan rintangan.
2.      Tuntutlah ilmu setinggi nirwana. Dalam novel ini  dijelaskan bahwa demi menyempurnakan ilmunya, Ayyas melakukan penelitian hingga Rusia yang jauh dari negeri asalnya yakni Indonesia.
3.      Janganlah mudah memperlihatkan aurat kepada orang yang belum menjadi muhrim kita. Ini terlihat sekali ketika Ayyas menolak dengan tegas bahkan kasar terhadap Linor ketika Linor memperlihatkan auratnya.
4.      Jodoh, maut dan rizki itu ada di tangan Allah, jadi serahkan semua pada- Nya. Ini terlihat dari Ayyas yang ternyata jatuh cinta pada orang yang awalnya dibenci akan tetapi mereka tidak dapat bersatu karena maut lebih dulu memisahkan mereka.
5.      Apapun cobaan yang diberikan, setiap masalah pasti akan ada jalan penyelesainnya. Allah tidak akan menguji seseorang di luar kemampuan hambanya.

Unsur Ekstrinsik :
Kebudayaan : novel ini berlatar kebudayaan di Rusia yang menanut paham liberalisme. Jadi warga negara juga bebas melakukan apapun yang ingin dilakukan tanpa adanya batasan-batasan tertentu.
Agama : ada dua sisi yang ditonjolkan dalam novel ini yakni agama Islam dan atheisme.

Resensi Buku :
Judul Buku : Bumi Cinta
Pengarang : Habiburrahman El Shirazy
Penerbit : Author Publishing
Tahun terbit : 2010
Kota terbit : Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
Jumlah halaman : 546 halaman
Junis buku : Fiksi

Sinopsis :

Ayyas merupakan seorang pemuda Indonesia yang melakukan penelitian di Rusia guna menyempurnakan tugas S2 nya. Ayyas merupakan pemuda yang cerdas dan memegang teguh keyakinan beragamanya. Di Rusia ini, ia memiliki seorang teman bernama Devid yang sekaligus juga mencarikan tempat penginapan untuk Ayyas. Akan tetapi sayang, penginapan tersebut kurang sesuai dengan Ayyas.
Di penginapan ini Ayyas tinggal bersama dua wanita yakni Yelena dan Linor. Yelena sendiri merupakan seorang pelacur kelas atas. Ia juga seorang wanita yang tidak memiliki keyakinan beragama. Sedangkan Linor ialah seorang anggota mafia di Rusia. Sama seperti Yelena, ia juga sering melakukan free sex. Ia menjalin hubungan dengan anggota mafia yang lain bernama Sergei. Akan tetapi,akhirnya Sergei mati di tangan Linor. Sementara dalam penelitiannya sendiri, Ayyas dibantu oleh seorang asisten dari Profesor Tomskii bernama Doktor Anastasia Pallazo.
Selama berada dalam satu penginapan dengan Yelana dan Linor Ayyas merasa imannya diuji oleh Allah. Ia sering bertengkar dengan kedua wanita tersebut karena mereka merendahkan agamanya. Selain itu, cara hidup kedua wanita itu juga berbeda jauh dengan aturan yang selama ini dipegangnya. Akan tetapi pada akhirnya ia berhasil menghadapi itu semua bahkan ia membuat Devid, Yelena dan Linor  untuk masuk Islam. Di lain pihak, ia juga harus menghadapi tantangan iman dari Doktor Anastasia yang cantik dan tentunya bersikap lebih baik daripada Yelena dan Linor. Ia takut akan jatuh cinta pada Doktor Anastasia dan nantinya bisa terjerumus ke perzinaan. Sementara Doktor Anastasia pun lama-kelamaan merasa jatuh cinta pada Ayyas. Namun, pada akhirnya Ayyas justru jatuh cinta pada Linor yang selama ini sering beradu pendapat dengan dia. Akan tetapi sayang, Ayyas harus memendam cintanya karena maut lebih dulu harus memisahkannya dengan Linor. Linor ditembak mati oleh anggota mafia (teman Sergei) yang merasa dendam atas kematian Sergei oleh Linor.
Sementara Yelena dan Devid memutuskan untuk menikah dan menjalani hidup baru sebagai pasangan muslim dan muslimah.

Kelebihan :
Novel ini benar-benar mampu membangkitkan imajinasi pembaca. Sisi keagamaannya benar-benar ditonjolkan. Ceritanya sangat bagus dan mampu mempertebal keimanan pembaca. Penulis mampu menyatukan dua unsur yang berbeda yakni ama Islam dengan segala aturan-aturannya dan atheis yang sama sekali tidak percaya akan adanya Tuhan.
Kelemahan :
 Novel ini menggunakan nahasa Rusia di beberapa bagian sehingga agak sulit dapahami. Selain itu, pada akhir novel ini tidak diceritakan bagaimana kelanjutan dari penelitian sang tokoh utama. Dalam novel ini juga tidak dijelaskan bagaimana kisah cinta Ayyas dan Ainal Muna yang menjadi pujaan hatinya sebelum ia bertemu dengan Linor.
Saran :
Perbanyak novel-novel semacam ini untuk bacaan masyarakat Indonesia. Jangan hanya novel-novel yang bernuansa percintaan saja yang diberikan pada generasi muda. Novel-novel seperti Ketika Cinta Bertasbih, Ayat-Ayat Cinta, Syahadat Cinta, Laskar Pelangi, negeri Lima menara juga patut diprtimbangkan. Novel-nevel seperti ini mampu memberikan gambaran pada anak-anak muda bagaimana bersikap seharusnya.

Minggu, 10 Juni 2012


NAMA : RINA UNTARI
NIM : A. 310110168
KELAS : 2C


Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan, Volume 31, Nomor 2, Desember 2003, Halaman 133.

Memelihara Tradisi Membaca Bahasa Daerah
Ajip rosidi
Abstrak :

Tradisi membaca bahasa (dan sastra) daerah dewasa ini semakin luntur. Penyebabnya, antara lain, pemerintah (pusat dan daerah) kurang profesional melakukan upaya pembinaan, salah satunya dalam hal penyediaan buku (terbitan) bacaan bahasa (dan sastra) daerah. Upaya yang harus dilakukan agar tradisi membaca bahasa (dan sastra) daerah terpelihara dengan baik adalah dengan menggugah para pemilik modal untuk menyadari bahwa bidang penerbitan buku merupakan lahan bisnis yang cukup menjanjikan.
Kata kunci : tradisi membaca, bahasa daerah, pembinaan, penerbitan buku.


Reproduksi Bacaan :


Seiring perkembangan zaman yang semakin modern, tradisi membaca di kalangan masyarakat semakin luntur, terutama membaca bahasa dan sastra daerah. Hal ini disebabkan oleh bebrapa faktor yang salah satunya yaitu sikap pemerintah (baik pusat maupun daerah) yang kurang profesional dalam menyikapi permasalahan yang ada. Ini dapat dilihat dari penyediaan buku tentang bahasa dan sastra daerah yang masih sangat minim. Salah satu solusi yang ditawarkan yakni dengan cara meyakinkan para pemilik modal bahwa bidang penerbitan adalah lahan bisnis yang cukup menjanjikan.

Dari abstrak di atas sangat terlihat bahwa pemerintah kurang tanggap terhadap lunturnya budaya yang ada dalam negeri, terutama dalam bidang bahasa dan sastra daerah. Pemerintah seharusnya mampu mengupayakan cara agar masyarakat tetap cinta terhadap bahasa dan sastra daerah. Selain solusi di atas, cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan mengadakan sosialisasi ke dinas pendidikan dan sekolah-sekolah agar pelajaran bahasa dan sastra daerah tetap diberikan terhadap peserta didik. Tidak hanya itu, peran serta orang tua juga sangat diperlukan. Orang tua diharapkan memfasilitasi dalam artian bersedia membelikan anaknya buku bacaan yang berbahasa daerah. Tradisi membaca bahasa dan sastra haruslah dipelihara supaya generasi muda tetap menjunjung dan menghargai kebudayaan yang dimiliki Indonesia. Kata kunci : tradisi membaca, bahasa daerah, pembinaan, penerbitan buku.



            

Rabu, 14 Maret 2012


Bunyi Bahasa : satuan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap dan diamati dalam fonetik sebagai fon atau dalam fonologi sebagai fonem (Kridalaksana, Harimurti. 2008. Kamus Linguistik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama)
Contoh bunyi :
a.       Bunyi orang yang sedang berdialog
b.      Bunyi penjual jajanan keliling
c.       Bunyi orang yang sedang bernyanyi
Contoh-contoh di atas dikatakan bunyi karena bunyi-bunyi tersebut dihasilkan oleh alat ucap manusia.
Suara : bunyi yang dihasilkan karena bergetarnya pita suara dalam laring. (Kridalaksana, Harimurti. 2008. Kamus Linguistik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama)
Contoh suara :
a.       Suara kucing mengeong
b.      Suara orang ayam berkokok
c.       Suara anjing yang menggonggong
Beberapa contoh di atas merupakan contoh dari suara, karena dihasilkan dari pergetaran pita suara.

Buku yang berjudul Spiritual Reading ini merupakan buku yang sangat bagus untuk dibaca terutama bagi mereka yang kurang memiliki minat untuk membaca. Kenapa? Karena dalam buku ini dijelaskan banyak hal tentang membaca.
Dari segi luar, covernya cukup menarik sehingga membuat orang tertarik untuk membacanya. Kualitas kertasnya pun cukup bagus. Apalagi buku ini ditulis oleh Dr. Raghib As-Sirjani (Penulis Buku Super Best Seller “Misteri Shalat Subuh”) dan Amir Al-Madari.
Sekilas yang tersaji dalam buku ini antara lain jangan jadikan membaca itu sebagai sebuah hobby tapi jadikan membaca sebagai sebuah konsep hidup. Ada dua kategori yang harus kita prioritaskan, pertama membaca Al-Quran dan kedua As-Sunnah. Selain itu, ada pula dua hal yang merupakan syarat membaca yang mungkin tak kita hiraukan sebelumnya. Syarat itu antara lain Membaca dengan nama Allah dan Jaganlah membaca membuat kita sombong dengan ilmu yang kita miliki. Dalam buku ini juga dijelaskan tentang 10 Tips tentang bagaimana cara menumbuhkan minat baca. Yang pertama, ketahuilah tujuan anda lam membaca. Kedua, menyusun perencanaan dalam membaca. Ketiga, mengatur waktu dalam membaca. Keempat, mulailah membaca setahap demi setahap. Kelima, membaca secara totalitas. Keenam, teratur dalam mengikat makna. Ketujuh, tumbuhkan keinginan untuk membuat perpustakaan di rumah. Kemudian yang selanjutnya adalah sampaikan apa yang anda baca. Next, sedikit demi sedikit bantulah sahabat anda untuk membaca. Terakhir, carilah ilmu dari para ulama.
Dari kita sendiri tentunya sering bertanya kenapa sih haris membaca. Padahal membaca merupakan hal yang membosankan dan sering membuat kita sakit mata. Berikut ada beberapa alasan mengapa membaca itu penting. Dengan membaca, kepercayaan diri kita akan tumbuh, selain itu membaca mampu membantu dalam menyelesaikan banyak tugas, membaca mampu menambah pengetahuan saya sehingga ketika berbicara dengan orang lain saya memiliki dasar yang kuat dan sulit dikalahkan  dan yang paling penting karena membaca meruoakan perintah langsung yang turun dari langit.
Serta yang tidak kalah penting untuk kita waspadai dalam membaca ada empat hal. Satu, kurang sabar ketika membaca dan menelaah buku. Dua, kurang konsentrasi. Tiga, tidak memiliki sistematika membaca yang jesas dan benar. Empat,tidak mengamalkan ilmu yang telah dibca atau dipelajari.
Beberapa hal di atas merupakan sedikit hal yang dijelaskan dalam buku ini. Akan tetapi, masih banyak hal-hal lain yang masih perlu untuk kita pelajari lagi dari buku ini. Setelah saya membaca buku ini, paling tidak sedikit timbul keinginan untuk membaca, dan mendirikan perpustakaan sendiri di rumah. Meskipun hanya perpustakaan kecil.